عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ».
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Seorang muslim adalah orang yang tidak menyakiti kaum muslimin lainnya, entah dengan lisan ataupun tangannya. Orang yang berhijrah itu adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
Takhrij: Muttafaq 'alaihi
Pelajaran dari hadis
1- Kesempurnaan Islam tidak akan terwujud kecuali dengan tidak menyakiti orang lain secara lahir maupun batin. 2- Penyebutan lisan dan tangan secara khusus karena banyaknya kesalahan dan keburukan keduanya, yaitu mayoritas keburukan bersumber dari keduanya. 3- Dorongan untuk meninggalkan kemaksiatan dan menaati semua perintah Allah Ta'ala. 4- Kaum muslimin yang paling utama adalah yang menunaikan hak Allah Ta'ala dan hak kaum muslimin. 5- Perbuatan melampaui batas dapat berupa ucapan maupun perbuatan. 6- Hijrah yang sempurna ialah meninggalkan semua yang diharamkan oleh Allah Ta'ala.