عَنْ وَائِل بن حُجرٍ رضي الله عنه قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ»، وَعَنْ شِمَالِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ».
Wā`il bin Ḥujr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku pernah salat bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersalam ke kanan dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh," dan juga ke kiri dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāh."
Takhrij: HR. Abu Daud
Pelajaran dari hadis
1- Perintah dua kali salam ketika salat, dan ia termasuk rukun salat. 2- Anjuran membaca tambahan "wa barakātuh" di sebagian waktu karena Nabi ﷺ tidak pernah merutinkannya. 3- Membaca salam dua kali dalam salat adalah rukun yang wajib, adapun perbuatan menoleh saat mengucapkan salam hukumnya sunah yang dianjurkan. 4- Sebaiknya bacaan "Assalāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh" diucapkan saat menoleh, bukan sebelumnya maupun setelahnya.