عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الجِهَادِ كَلِمَةَ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ».
Abu Sa‘īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Termasuk jihad yang paling agung ialah menyampaikan kata-kata yang adil pada penguasa yang zalim."
Takhrij: HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Pelajaran dari hadis
1- Amar makruf nahi mungkar termasuk jihad. 2- Menasihati penguasa termasuk jihad yang paling besar, tetapi wajib dilakukan dengan ilmu, bijak, dan tabayun. 3- Al-Khaṭṭābiy berkata, "Hal ini menjadi jihad yang paling utama karena orang yang melawan musuh merasakan kebimbangan antara harap dan takut, ia tidak tahu apakah akan menang atau kalah. Selain itu, pengawal penguasa menaklukkannya, sehingga ketika ia mengatakan kebenaran atau mengajaknya pada yang benar maka ia mempertaruhkan diri pada kebinasaan. Sebab itu, hal itu merupakan jenis jihad yang paling utama lantaran adanya dominasi ketakutan. Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu menjadi jihad yang paling utama karena apabila pemimpin menjalankan perkataannya, besar kemungkinan faedahnya akan luas menjangkau orang banyak sehingga kemaslahatan akan terwujud."