عن أبي هريرة رضي الله عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُر أَحَدُكُم مَنْ يُخَالِل».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman dekat."
Takhrij: HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad
Pelajaran dari hadis
1- Perintah berteman dengan orang-orang baik dan memilih mereka, serta larangan berteman dengan orang-orang buruk. 2- Dikhususkan penyebutan teman tanpa kerabat karena teman itu engkau yang memilihnya, sedangkan saudara dan kerabat maka engkau tidak memiliki hak pilih di dalamnya. 3- Memilih teman harus berangkat dari perenungan. 4- Seseorang dapat memperkuat imannya dengan cara berteman dengan orang-orang beriman, sebaliknya akan melemahkannya dengan berteman dengan orang-orang yang fasik.