عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: رَأَى سَعْدٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ لَهُ فَضْلًا عَلَى مَنْ دُونَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ».
Muṣ'ab bin Sa'ad meriwayatkan, Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- pernah menganggap dirinya memiliki keutamaan di atas sahabat lainnya, maka Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah kalian diberi pertolongan dan rezeki melainkan dengan sebab orang-orang yang lemah di antara kalian."
Takhrij: HR. Bukhari
Pelajaran dari hadis
1- Dorongan bersikap tawaduk dan tidak mengangkat diri di atas orang lain. 2- Ibnu Ḥajar berkata, "Jika orang yang kuat lebih unggul dengan keutamaan sifat beraninya, maka orang yang lemah lebih unggul dengan keutamaan doa dan keikhlasannya." 3- Anjuran berbuat baik kepada orang miskin serta menunaikan hak mereka karena hal tersebut adalah sebab adanya rahmat dan pertolongan Allah.