عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسعودٍ رضي الله عنه عن رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قال: «الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، -ثلاثًا-»، وَمَا مِنَّا إِلَّا، وَلَكِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Ṭiyarah (perasaan sial) itu syirik, ṭiyarah itu syirik, ṭiyarah itu syirik." Beliau mengucapkannya tiga kali. Tidak ada seorang pun di antara kita melainkan pernah ditimpa ṭiyarah. Hanya saja, Allah ﷻ melenyapkannya dengan tawakal.
Takhrij: HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Pelajaran dari hadis
1- Ṭiyarah hukumnya syirik karena mengandung kebergantungan hati pada selain Allah. 2- Pentingnya mengulang perkara-perkara penting agar terpelihara dan bersemayam dalam hati. 3- Ṭiyarah dapat dihilangkan dengan tawakal kepada Allah Ta'ala. 4- Perintah bertawakal dan menggantungkan hati kepada Allah Ta'ala semata.