عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضيَ اللهُ عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «اللهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَهْ، فَاغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَهْ».
Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ berdoa, Allāhumma lā ‘aisya illā ‘aisyul-ākhirah, fa-gfir lil-anṣāri wa al-muhājirah Artinya: "Ya Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat. Sebab itu, ampunilah kaum Ansar dan Muhajirin."
Takhrij: Muttafaq 'alaihi
Pelajaran dari hadis
1- Sikap zuhud Nabi ﷺ terhadap dunia dan kecenderungannya pada akhirat. 2- Nabi ﷺ mangajak umatnya untuk bersikap zuhud terhadap harta kenikmatan dunia yang fana. 3- Menjelaskan keutamaan Muhajirin dan Ansar, yaitu mereka mendapatkan doa Nabi ﷺ yang memohonkan ampunan untuk mereka. 4- Seorang hamba tidak boleh bahagia secara berlebihan lantaran dunia yang diperolehnya, karena dunia itu akan sirna secara cepat dengan segala kesusahan yang ada di dalamnya. Negeri abadi nan kekal itu adalah akhirat.