عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ».
Abdullah bin Amr bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ biasa berdoa dengan kalimat-kalimat berikut, "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari jeratan hutang, kemenangan lawan, dan kegembiraan musuh."
Takhrij: HR. Nasa`i dan Ahmad
Pelajaran dari hadis
1- Anjuran untuk berlindung kepada Allah dari semua yang menyibukkan dari ketaatan dan yang mendatangkan kegundahan seperti hutang dan lainnya. 2- Hutang secara umum tidak mengandung masalah, yang bermasalah ialah orang yang tidak memiliki kemampuan melunasi hutang. Inilah yang disebut hutang yang menjerat. 3- Seseorang harus menjauhi semua perkara yang membuat ia dicela dan dimaki. 4- Penjelasan permusuhan orang kafir kepada orang beriman serta kegembiraan mereka saat orang beriman tertimpa musibah. 5- Sikap musuh menampakkan kegembiraan dengan musibah yang menimpa seseorang lebih berat bagi orang tersebut dari musibah itu sendiri.