عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ القُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الإِبِلِ المُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ».
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al-Qur`an seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia menjaganya, maka dia dapat menahannya. Tetapi jika dia melepaskannya, unta itu akan pergi."
Takhrij: Muttafaq 'alaihi
Pelajaran dari hadis
1- Anjuran menjaga Al-Qur`an dan membacanya, serta waspada jangan sampai dilupakan. 2- Terus-menerus membaca Al-Qur`an dapat melenturkan lisan dan memudahkannya membaca Al-Qur`an, sebaliknya jika ditinggalkan dapat menjadikan berat dan sulit untuk membacanya. 3- Al-Qāḍī berkata, "Ṣāḥib Al-Qur`ān artinya: orang yang akrab dengan Al-Qur`an. Al-Muṣāḥabah artinya: bersahabat. Di antaranya dikatakan: fulan ṣāḥib (sahabat) si fulan. Juga: aṣḥābul-jannah, aṣḥābunnār." 4- Di antara metode dakwah ialah membuat perumpamaan. 5- Ibnu Ḥajar berkata, "Penyebutan unta secara khusus karena ia adalah hewan jinak yang paling liar, dan ada kesulitan untuk mendapatkannya setelah berhasil lepas."