عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: «تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ».
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, "Seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ, 'Amalan apa yang terbaik dalam Islam?' Beliau menjawab, 'Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kaukenal dan belum kaukenal.'"
Takhrij: Muttafaq 'alaihi
Pelajaran dari hadis
1- Kegigihan para sahabat untuk mengetahui amalan-amalan yang bermanfaat di dunia dan akhirat. 2- Salam dan memberi makan termasuk amalan paling utama dalam Islam karena keutamaannya dan manusia membutuhkannya setiap waktu. 3- Dua amalan ini menggabungkan antara kebaikan dengan ucapan dan perbuatan. Itu merupakan kebaikan paling sempurna. 4- Dua amalan ini berkaitan dengan interaksi antarmuslimin. Ada juga amalan-amalan lainnya terkait interaksi antara hamba dan Tuhannya. 5- Mengucapkan salam terlebih dahulu berlaku secara khusus antarmuslimin, sedangkan terhadap orang kafir tidak boleh.