عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ».
Abu Muhammad Abdullah bin 'Amr bin al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhuma- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku bawa."
Takhrij: رويناه في كتاب الحجة بإسناد صحيح
Pelajaran dari hadis
1- Hadis ini merupakan kaidah dalam hal sikap untuk menerima syariat dan tunduk kepadanya. 2- Peringatan bagi manusia dari sikap yang menjadikan akal dan adat kebiasaan sebagai hukum serta dari sikap mendahulukannya atas ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ. Pelaku hal tersebut dianggap keimanannya telah sirna. 3- Wajib berhukum dengan syariat dalam segala perkara, hal ini berdasarkan sabda beliau, "Apa yang aku bawa." 4- Iman itu bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan.