عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ».
Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya setan sudah putus asa akan disembah oleh orang-orang yang salat di Jazirah Arab, akan tetapi ia masih berharap bisa mengadu domba di antara mereka."
Takhrij: HR. Muslim
Pelajaran dari hadis
1- Penyembahan setan juga merupakan penyembahan berhala, karena ia yang memerintahkan dan mendakwahkannya. Hal itu berdasarkan firman Allah Ta'ala tentang Ibrahim -'alaihissalām- (artinya), "Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan ...." 2- Setan berupaya menciptakan pertikaian, permusuhan, peperangan dan fitnah di antara umat Islam. 3- Di antara faedah salat dalam Islam yaitu dapat memelihara cinta di antara umat Islam dan memperkuat ikatan persaudaraan di antara mereka. 4- Salat adalah syiar agama yang paling besar setelah dua kalimat syahadat, oleh karena itu digunakan kata orang-orang yang salat pada umat Islam. 5- Jazirah Arab memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh negeri lainnya. 6- Jika ada yang mengatakan, penyembahan berhala telah terjadi di sebagian Jazirah Arab padahal Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya setan telah putus asa akan disembah oleh orang-orang yang salat ..." Maka maksudnya ini adalah pemberitaan tentang keputusasaan yang lahir dalam pikiran setan karena ia melihat penaklukan-penaklukan Islam serta berbondong-bondongnya umat manusia masuk ke dalam agama Allah. Sehingga hadis ini mengabarkan prasangka dan dugaan setan, kemudian ternyata faktanya menyelisihi hal itu disebabkan hikmah yang diinginkan oleh Allah ﷻ.