Sholat Taubat

Sholat sunnah dua rakaat sebelum bertaubat atas dosa.

Rakaat
2 rakaat
Waktu
Kapan saja, siang maupun malam, kecuali waktu-waktu terlarang.

Pengertian

Sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum bertaubat kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan. Menurut Syekh Nawawi Banten (Nihâyatuz Zain), sholat taubat yang dikerjakan setelah bertaubat pun tetap sah.

Dalil

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ

“Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia beranjak bersuci, melakukan shalat kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah kecuali Allah mengampuninya.”

(HR at-Tirmidzi, dari Ali bin Abi Thalib, dari Abu Bakar ash-Shiddiq)

Hasan (Al-Albani, Ahmad Syakir, Bashar Awad Ma'ruf)Jami' at-Tirmidzi No. 406

Riwayat serupa: Sunan Abu Dawud No. 1521 (Shahih menurut Al-Albani) dan Sunan Ibnu Majah No. 1395 (Hasan).

Lihat hadis lengkap →
Keterangan Syekh Nawawi Banten (Nihâyatuz Zain)

وَمِنْه صَلَاة التَّوْبَة وَهِي رَكْعَتَانِ قبل التَّوْبَة يَنْوِي بهما سنة التَّوْبَة

“Termasuk shalat sunah adalah shalat taubat, yakni shalat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat shalat sunnah taubat.”

Keutamaan bertaubat

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat.”

(HR Ibnu Majah)

Hasan (Al-Albani, Fuad Abdul Baqi)Sunan Ibnu Majah No. 4251

Dinilai dha'if oleh Syu'aib al-Arnauth. Juga diriwayatkan at-Tirmidzi No. 2499 (Hasan menurut Al-Albani dan Ahmad Syakir).

Lihat hadis lengkap →

Niat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ

Ushallî sunnatat taubati.

“Saya berniat shalat sunnah taubat.”

Tata cara

  1. Bersuci (berwudhu).
  2. Sholat dua rakaat seperti sholat pada umumnya, dengan niat sholat sunnah taubat.
  3. Setelah salam, bertaubat: membaca istighfar disertai penyesalan, tekad kuat menjauhi dosa, dan tidak mengulanginya lagi.

Doa setelah sholat taubat — Sayidul Istighfar

Istighfar paling utama, berisi pengakuan nikmat dan dosa (NU Online, merujuk Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya).

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ 'abduka, wa anâ 'alâ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ûdzu bika min syarri mâ shana'tu. Abû'u laka bini'matika 'alayya. Wa abû'u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

“Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

ShahihShahih Bukhari No. 6306

Dari Syaddad bin Aus: siapa yang membacanya dengan yakin di pagi atau sore hari lalu wafat hari itu, ia termasuk penghuni surga.

Lihat hadis lengkap →

Waktu terlarang

Sholat taubat termasuk sholat bersebab yang datang belakangan (muta'akhir), sehingga tidak dikerjakan pada lima waktu berikut:

  1. Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit.
  2. Saat matahari terbit hingga naik kira-kira satu tombak.
  3. Saat matahari tepat di atas (istiwa) hingga tergelincir ke barat.
  4. Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.
  5. Saat matahari terbenam (menguning) hingga terbenam sempurna.

Tata cara di halaman ini mengikuti rujukan yang dicantumkan (umumnya mazhab Syafi'i). Ada perbedaan pendapat di antara ulama dalam beberapa rinciannya.

Rujukan