عَنْ وَحْشِيِّ بْنِ حَرْبٍ رَضيَ اللهُ عنه: أَنَّهُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَأْكُلُ وَلَا نَشْبَعُ، قَالَ: «فَلَعَلَّكُمْ تَأْكُلُونَ مُتَفَرِّقِينَ؟» قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: «فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ، يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ».
Waḥsyi bin Ḥarb -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami makan namun tidak merasa kenyang." Beliau bersabda, "Mungkin kalian makan sendiri-sendiri." Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Berkumpullah pada makanan kalian dan sebutlah nama Allah, pasti Allah akan memberi kalian keberkahan pada makanan tersebut."
Takhrij: HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad
Pelajaran dari hadis
1- Berkumpul dan menyebut nama Allah ketika makan adalah cara untuk mendapatkan keberkahan pada makanan dan memperoleh rasa kenyang setelahnya. 2- Berpencar seluruh buruk, sedang berkumpul seluruhnya baik. 3- Anjuran untuk makan bersama dan membaca bismillah saat makan. 4- As-Sindi berkata, "Berkumpul adalah sebab turunnya keberkahan di semua waktu. Menyebut nama Allah Ta'ala menjadi penghalang setan untuk ikut makan."