عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ».
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan dari umatku akibat keliru, lupa, serta karena dipaksa."
Takhrij: رواه ابن ماجه والبيهقي وغيرهما
Pelajaran dari hadis
1- Luasnya rahmat Allah ﷻ dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya, di antaranya: Dia menghapus dosa mereka yang telah berbuat maksiat jika dilakukan pada tiga kondisi tersebut. 2- Luasnya karunia Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya. 3- Terhapusnya dosa bukan berarti menjadikan hukumnya dan tanggungjawabnya gugur. Sebagai contoh: Seseorang yang lupa berwudu, lalu ia mengerjakan salat karena mengira telah berwudu, hal itu tidak membuatnya berdosa, tetapi ia tetap wajib berwudu dan mengulang salatnya. 4- Terkait dosa yang terhapus bagi yang kondisinya dipaksa, harus memenuhi beberapa syarat, misalnya pelaku pemaksaan tersebut memang benar-benar mampu untuk menerapkan ancamannya.