عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الفَاحِشِ وَلاَ البَذِيءِ».
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan pula orang yang jorok omongannya."
Takhrij: HR. Tirmizi
Pelajaran dari hadis
1- Penafian iman di dalam nas-nas syariat tidak berlaku kecuali pada perbuatan mengerjakan yang haram atau meninggalkan yang wajib. 2- Anjuran untuk menjaga anggota badan dan melindunginya dari perkara-perkara buruk, khususnya lisan. 3- As-Sindiy berkata, "Bentuk hiperbola pada kata "aṭ-ṭa'ān" dan "al-la'ān" menunjukkan bahwa mencela dan melaknat jika terlontar dengan jumlah yang sedikit kepada orang yang pantas mendapatkannya tidak mencederai status kepemilikan sifat-sifat orang beriman."