عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "إذا كنتم ثلاثة فلا يتناجى اثنان دون الآخَر، حتى تختلطوا بالناس؛ من أجل أن ذلك يحُزنه".
Dari Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbicara rahasia tanpa melibatkan yang lain, hingga kalian berbaur dengan orang banyak; karena hal itu akan membuatnya merasa sedih.”
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan janganlah melihat orang yang ada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian."
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam." Ada yang bertanya, "Apa saja hak-hak itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Apabila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam, bila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bila dia bersin dan mengucapkan alḥamdulillāh maka ucapkanlah yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu), bila dia sakit maka jenguklah, dan bila dia meninggal dunia antarkanlah (jenazahnya)."
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «كلُّ بني آدم خَطَّاءٌ، وخيرُ الخَطَّائِينَ التوابون».
Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Setiap anak Adam berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertobat."
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال: كنا مع رسول الله - صلى الله عليه وسلم- في سفر، فَنَزَلنَا مَنْزِلًا، فَمِنَّا مَنْ يُصلِح خِبَاءَه، ومِنَّا من يَنتَضِل، ومِنَّا مَن هو في جَشَرِهِ، إِذْ نادى مُنادي رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصَّلاةُ جَامِعَةٌ. فاجْتَمَعنَا إلى رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فقال: «إِنَّه لَمْ يَكُن نبي قبْلِي إِلاَّ كَان حَقًّا عليه أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَه عَلَى خَيرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُم، ويُنذِرَهُم شّرَّ ما يعلمه لهم، وإِنَّ أُمَّتُكُم هذه جَعَل عَافِيَتَهَا في أوَّلِها، وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلاَءٌ وأُمُورٌ تُنكِرُونَهَا، وتَجِيءُ فِتنَةٌ يُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعضًا، وتَجِيءُ الفتنة فيقول المؤمن: هذه مُهلِكَتِي، ثُمَّ تَنْكَشِف، وتجيء الفتنة فيقول المؤمن: هَذِه هذِه. فمَنْ أَحَبَّ أنْ يُزَحْزَحَ عن النار، ويدخل الجنة، فَلْتَأْتِه مَنِيَتُهُ وهو يؤمن بالله واليوم الآخر، وَلْيَأتِ إِلى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إليه، ومَنْ بَايَع إِمَامًا فَأَعْطَاه صَفْقَةَ يَدِهِ، وَثَمْرَةَ قلْبِهِ، فَلْيُطِعُه إِن اسْتَطَاع، فَإِن جَاء آخَرُ يُنَازِعُه فَاضْرِبُوا عُنُقَ الآخَرِ».
Dari Abdullah bin Amru -raḍiyallāhu 'anhu-ma berkata, "Kami sedang bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam suatu perjalanan, kemudian kami berhenti di satu tempat persinggahan. Di antara kami ada yang memperbaiki kemahnya, ada yang berlomba memanah serta ada yang mengurus ternak-ternaknya. Tiba-tiba penyeru Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berseru, "Mari salat berjemaah!" Kami semua berkumpul di dekat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau bersabda, "Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku, melainkan kewajibannya menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui (bermanfaat) untuk mereka dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui (berbahaya) untuk mereka. Sesungguhnya umat ini keselamatannya dijadikan di permulaannya, sedangkan di akhirnya akan ditimpa bencana dan hal-hal yang kalian ingkari, kemudian akan datang fitnah yang satu meringankan fitnah sebelumnya. Saat fitnah datang orang mukmin berkata, "Inilah kebinasaanku." Lantas fitnah itu lenyap. Fitnah lain datang lalu orang mukmin berkata, "Inilah kebinasaanku." Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah keadaannya saat didatangi kematiannya beriman kepada Allah dan hari akhir. Juga memperlakukan manusia sebagaimana ia harap untuk diperlakukan oleh orang lain. Barangsiapa membaiat seorang imam, lalu ia berikan telapak tangannya dan buah hatinya, hendaknya ia mematuhinya semampunya. Jika ada orang lain yang hendak merampas kekuasaannya, maka tebaslah batang leher (bunuhlah) orang itu (yang datang belakangan)!"
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika kalian bertemu salah seorang mereka di jalan, maka desaklah mereka ke bagian jalan yang paling sempit (pinggir)."
عن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال لي النبي صلى الله عليه وسلم: «لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ».
Abu Żarr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda kepadaku, "Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri!"
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لا يشربَنَّ أحدٌ منكم قائما».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian minum sambil berdiri!"
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لا يُقِيمُ الرجلُ الرجلَ من مَجْلِسِهِ، ثم يجلس فيه، ولكن تَفَسَّحُوا، وتَوَسَّعُوا».
Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', "Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya, kemudian ia duduk di tempat tersebut, namun berlapang-lapanglah dan berikan keluasan!"
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat. Sesungguhnya orang kuat ialah siapa yang dapat menahan dirinya ketika marah."
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: "لِيُسَلِّمِ الصغيرُ على الكبيرِ، والمارُّ على القاعدِ، والقليلُ على الكثيرِ" وفي رواية: "والراكبُ على الماشي".
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Hendaklah yang muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, perjalan kaki kepada yang duduk, dan yang berjumlah sedikit kepada yang berjumlah banyak."
Dalam sebuah riwayat disebutkan, "dan pengendara kepada pejalan kaki."
عن أبي مسعود الأنصاري رضي الله عنه قال: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي، فَقَالَ: «مَا عِنْدِي»، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا أَدُلُّهُ عَلَى مَنْ يَحْمِلُهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ».
Abu Mas'ūd Al-Anṣāriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Sungguh hewan kendaraanku mati, maka berikanlah aku bantuan kendaraan." Beliau bersabda, "Aku tidak punya." Lantas seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah! Aku akan membawanya pada orang yang dapat memberinya bantuan kendaraan." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang menunjukkan pada kebaikan, baginya pahala yang semisal dengan pahala orang yang melakukannya."
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه مرفوعاً: «يُجْزِئُ عن الجماعة إذا مَرُّوا أن يُسَلِّم أحدهم، ويُجْزِئُ عن الجماعة أن يَرُدَّ أحدهم».
Dari Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-, “Sudah cukup bagi sekelompok orang jika mereka lewat maka salah seorang dari mereka yang mengucapkan salam dan sudah cukup salah seorang dari sekelompok orang yang duduk membalas salam tersebut.”
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه مرفوعاً: «إذا انْتَعَل أحدكم فليبدأ باليمين، وإذا نَزَعَ فليبدأ بالشمال، ولْتَكُن اليُمنى أولَهُما تُنْعَل، وآخِرَهُما تُنْزَع».
Dari Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū’, "Jika salah seorang dari kalian menggunakan sandal, maka mulailah dengan kaki kanan. Jika dia melepaskan sandalnya, maka hendaknya dia mulai dengan melepaskan sandal yang kiri. Maka jadikanlah sebelah kanan yang pertama kali dipakai, dan jadikanlah sebelah kanan pula yang terakhir dilepas."
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, "Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?" Beliau menjawab, "Engkau mengadakan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakanmu." Aku berkata, "Sungguh itu dosa yang benar-benar besar. Kemudian dosa apa?" Beliau bersabda, "Engkau membunuh anakmu karena takut ia akan ikut makan bersamamu." Aku bertanya, "Kemudian dosa apa?" Beliau bersabda, "Engkau berzina dengan istri tetanggamu."
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «رضا الله في رضا الوالدين، وسَخَطُ الله في سَخَطِ الوالدين».
Dari Abdullah bin Amru -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', "Keridaan Allah ada pada keridaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua."
عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما مرفوعاً: "كُلُوا، وَاشْرَبُوا، وَتَصَدَّقُوا، وَالْبَسُوا، غَيْرَ مَخِيلَة، وَلَا سَرَف".
Dari Abdullah bin 'Amru bin 'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', "Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa sombong dan tidak berlebih-lebihan!"
عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ، فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا».
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka kerjakan."