عن نافع: أنَّ عمرَ بنَ الخطابِ رضي الله عنه كانَ فرضَ للمهاجرينَ الأولينَ أربعةَ الآفٍ، وفَرَضَ لابنِه ثلاثةَ آلافٍ وخمسمئةٍ، فقيل له: هو من المهاجرينَ فَلِمَ نَقَصْتَهُ؟ فقالَ: إنما هَاجَرَ به أبوه. يقولُ: ليسَ هو كمن هَاجَرَ بنفسِهِ.
Dari Nafi’, Bahwa Umar bin Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu-pernah menetapkan (bagian) untuk kaum Muhajirin generasi pertama sebesar 4000, dan menetapkan untuk putranya 3500. Lalu ia ditanya, “Ia termasuk kaum Muhajirin, mengapa engkau kurangi bagiannya?” Ia menjawab, “Ia berhijrah karena dibawa ayahnya. Ia tidak sama dengan orang yang berhijrah dengan dirinya sendiri.”
عن أنس رضي الله عنه قال: إنْ كانَتْ الأَمَةُ من إمَاءِ المدينةِ لتَأخُذُ بيدِ النبيِّ صلى الله عليه وسلم فَتَنْطَلِقُ بِهِ حيثُ شَاءتْ.
Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, “Pernah seorang budak wanita di Madinah mengambil tangan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lalu ia pergi membawa beliau ke mana saja ia mau.”
عن أبي رِفَاعَةَ تَمِيم بن أُسَيدٍ رضي الله عنه قَالَ: انتهيتُ إلى رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وهو يَخطبُ، فَقُلتُ: يَا رسولَ اللهِ، رَجُلٌ غَريبٌ جاءَ يَسألُ عن دِينِهِ لا يَدرِي مَا دِينُهُ؟ فَأَقْبلَ عليَّ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وتَرَكَ خُطبتَهُ حتى انتَهى إليَّ، فأُتِيَ بكُرسِيٍّ، فَقَعَدَ عليه، وجَعَلَ يُعَلِّمُنِي ممّا عَلَّمَهُ اللهُ، ثم أتى خُطبتَهُ فَأَتَمَّ آخِرَهَا.
Dari Rifa'ah Tamīm bin Usaid -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, sedangkan beliau masih berkhotbah. Kemudian aku menyelanya, "Wahai Rasulullah, ada orang asing datang hendak bertanya tentang agamanya, karena ia belum mengerti tentang seluk-beluk agamanya?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menuju ke arahku dan menghentikan khotbahnya hingga tiba di hadapanku. Lalu beliau diberi kursi dan duduk di atasnya serta mengajariku apa yang diajarkan Allah kepadanya. Setelah itu beliau melanjutkan khotbahnya sampai selesai."
Jarīr bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami pernah bersama Nabi ﷺ, lalu beliau memandang bulan di malam purnama sembari bersabda, "Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian memandang bulan purnama ini; kalian tidak akan saling berdesakan dalam memandang-Nya. Jika kalian mampu untuk tidak ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!" Kemudian beliau membaca (ayat): 'Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam'."
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al-Qur`an seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia menjaganya, maka dia dapat menahannya. Tetapi jika dia melepaskannya, unta itu akan pergi."
عن أنسٍ رضي الله عنه : أنّهُ مَرَّ على صِبْيَانِ، فَسَلَّمَ عليهم، وقالَ: كانَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم يَفعلُهُ.
Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu-, Dia melewati sejumlah anak-anak, lalu mengucapkan salam kepada mereka. Ia berkata, “Dahulu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah melakukannya.”
عن أبي الشعثاء، قال: كنا قُعُودًا مع أبي هريرة رضي الله عنه في المسجد، فأذن المؤذن، فقام رجل من المسجد يمشي، فأَتْبَعَهُ أبو هريرة بَصَرَهُ حتى خرج من المسجد، فقال أبو هريرة: أما هذا فقد عصى أبا القاسم صلى الله عليه وسلم .
Dari Abu asy-Sya'ṡā`, ia mengatakan, "Kami duduk-duduk bersama Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- di masjid, lalu muazin mengumandangkan azan, tiba-tiba seseorang bangkit dari masjid dan berjalan (menuju ke luar masjid). Maka Abu Hurairah mengikutinya dengan pandangan sampai orang itu keluar dari masjid, lalu Abu Hurairah berkata, "Sungguh orang ini telah mendurhakai Abul-Qāsim -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «من عُرِضَ عليه رَيْحَانٌ فلا يرده، فإنه خفيف الْمَحْمِلِ، طيب الريح».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Barangsiapa ditawari parfum, maka janganlah menolaknya, karena ia ringan dibawa dan semerbak harumnya."
عن أبي موسى الأشعري - رضي الله عنه- قال: سمع النبي صلى الله عليه وسلم رجلا يُثْنِي على رجل ويُطْرِيهِ في المِدْحَةِ، فقال: «أَهْلَكْتُمْ -أو قَطَعْتُمْ- ظَهْرَ الرجل».
Dari Abu Musa Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendengar seorang laki-laki memuji orang lain dan berlebih-lebihan dalam memujinya. Maka beliau bersabda, "Kalian telah membinasakan -atau kalian mematahkan- punggung orang itu."
عن أبي بكرة رضي الله عنه : أن رجلًا ذكر عند النبي صلى الله عليه وسلم فأثنى عليه رجلٌ خيرًا، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : «ويحك! قطعت عنق صاحبك» يقوله مرارًا: «إن كان أحدكم مادحا لا محالة فليقل: أحسب كذا وكذا إن كان يرى أنه كذلك وحسيبه الله، ولا يُزكَّى على الله أحد».
Dari Abu Bakrah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasanya ada seseorang disebutkan di hadapan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lalu ada seseorang menyanjungnya dengan kebaikan. Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Celakalah engkau! Engkau telah memotong leher temanmu." Beliau mengatakannya berkali-kali, "Jika salah seseorang dari kalian harus memuji, maka ucapkanlah, 'Aku kira orang tersebut begini dan begini,' jika ia melihat orang tersebut demikian adanya dan hisabnya terserah kepada Allah, dan tidak boleh ada yang menyucikan seseorang di hadapan Allah."
عن المقداد رضي الله عنه :أن رجلا جعل يمدح عثمان رضي الله عنه فعَمِدَ المقداد، فجَثَا على ركبتيه، فجعل يَحْثُو في وجهه الحَصْبَاءَ. فقال له عثمان: ما شأنك؟ فقال: إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إذا رأيتم المَدَّاحِينَ، فاحْثُوا في وجوههم التراب».
Dari Al-Miqdād -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa ada seorang lelaki yang sedang memuji Usman -raḍiyallāhu 'anhu-, lalu al-Miqdād menuju tempat orang tersebut, kemudian berjongkok di atas ke dua lututnya dan mulailah melempari orang tersebut dengan pasir di mukanya. Usman -raḍiyallāhu 'anhu- lalu berkata kepadanya, "Mengapa kamu berbuat demikian?" Dia menjawab: Sesungguhnya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah bersabda, “Jika kalian melihat orang-orang yang suka memuji, maka lemparkanlah tanah ke wajah-wajah mereka."
عن أسامة بن زيد رضي الله عنهما مرفوعاً: «إذا سمعتم الطاعونَ بأرض فلا تدخلوها وإذا وقع بأرض وأنتم فيها فلا تخرجوا منها».
Dari Usamah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū, (Nabi bersabda), "Apabila kalian mendengar wabah penyakit di sebuah negeri, maka janganlah memasukinya! Namun bila suatu negeri terkena wabah penyakit dan kalian sedang berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari sana!"
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما مرفوعاً: نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يُسَافَرَ بالقرآن إلى أرض العدو.
Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhuma-, secara marfū, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang bepergian membawa Al-Qur`ān ke daerah musuh."
عن عبد الله بن عبد الرحمان بن أبي صعصعة: أن أبا سعيد الخدري رضي الله عنه قال له: «إنِّي أرَاكَ تُحبُّ الغنم والبادية فإذا كُنْتَ في غنمك -أو بَادِيتِك- فَأذَّنْتَ للصلاةِ، فَارْفَعْ صوتك بِالنِّدَاءِ، فَإنَّهُ لا يَسمَعُ مدى صَوْتِ المُؤذِّنِ جِنٌّ، وَلاَ إنْسٌ، وَلاَ شَيْءٌ، إِلاَّ شَهِدَ لَهُ يَومَ القِيَامَةِ» قال أبو سعيد: سمعتُه من رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم .
Dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Ṣa'ṣa'ah bahwa Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- berkata kepadanya, "Sungguh aku melihatmu menyukai kambing dan daerah pedalaman. Jika engkau menggembala kambingmu -atau berada di pedalaman- lalu engkau mengumandangkan azan untuk salat, maka keraskan suara azanmu. Sesungguhnya tidaklah jin, manusia dan apa pun yang mendengar suara muazin melainkan pasti mereka menjadi saksi baginya pada hari kiamat." Abu Sa'īd berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."
عن الصعب بن جَثَّامَةَ رضي الله عنه ، قال: أهديتُ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم - حماراً وحشياً، فَرَدَّهُ عَلَيَّ، فلما رأى ما في وجهي، قال: «إنا لم نَرُدَّهُ عليك إلا لأنَّا حُرُمٌ».
Dari Aṣ-Ṣa'ab bin Jaṡṡāmah -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, "Aku pernah menghadiahkan keledai liar kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi beliau menolaknya. Ketika beliau melihat apa yang ada di wajahku, beliau bersabda, "Sesungguhnya kami tidak mengembalikannya kepadamu melainkan karena kami sedang melakukan ihram."
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه مرفوعاً: قال رجلٌ: أي الناسِ أفضل يا رسول الله؟ قال: «مؤمنٌ مجاهدٌ بنفسِه ومالِه في سبيل الله» قال: ثم مَن؟ قال: «ثم رجلٌ معتزلٌ في شِعب من الشِّعَاب يعبدُ ربَّه، ويدعُ الناسَ من شره».
وفي رواية: «يتقِي اللهَ، ويدعُ الناسَ مِن شَره».
Dari Abu Sa'id Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu-, secara marfū, Seorang laki-laki bertanya, "Siapa manusia yang paling utama wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Mukmin yang berjihad dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau bersabda, "Kemudian seseorang yang menyendiri di suatu lembah untuk beribadah kepada Tuhannya." Dalam sebuah riwayat (disebutkan), "Dia bertakwa kepada Allah dan menjauhkan orang lain dari kejahatannya.
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم : "بينا أيوبُ -عليه السلام- يَغتَسلُ عُرياناً، فَخَرَّ عليه جَرَادٌ من ذَهَبٍ، فجعلَ أيوبُ يَحْثِي في ثوبِهِ، فنَاداه ربُّه عز وجل : يا أيوبُ، ألَمْ أكنْ أغْنَيتك عما تَرى؟!، قال: بلى وعزتِك، ولكن لا غِنى بي عن بركتِكَ".
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Ketika Ayyub -'Alaihissalām- mandi dengan telanjang, tiba-tiba belalang emas jatuh menimpa tubuhnya. Ayyub pun memasukkannya ke dalam bajunya. Maka Rabb 'Azza wa Jalla menyerunya, "Wahai Ayub! Bukankah aku telah mencukupkanmu dari apa yang engkau lihat?" Ia menjawab, "Tentu, demi kemuliaan-Mu, akan tetapi aku tidak pernah merasa cukup dari berkah-Mu."
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, "Ketika Jibril -'alaihis-salām- duduk di sisi Nabi ﷺ, ia mendengar ada suara dari atasnya. Lantas Jibril mengangkat kepalanya lalu berkata, 'Ini adalah suara sebuah pintu langit yang dibuka hari ini, dan pintu ini sama sekali belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari ini.' Lalu turunlah satu malaikat dari pintu itu. Jibril berkata, 'Ini adalah malaikat yang turun ke bumi, sama sekali ia belum pernah turun kecuali hari ini.' Malaikat itu mengucapkan salam lalu berkata, 'Bergembiralah (wahai Muhammad) dengan dua cahaya yang telah dikaruniakan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, (yaitu): Al-Fātiḥah dan penutup Surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari dua surah ini (yang berisi permohonan) melainkan pasti diberikan apa yang engkau mohon.'"
عن أبي هريرة عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "بينما رجلٌ يمشي بفلاةٍ من الأرضِ، فسمع صوتًا في سحابةٍ: اسقِ حديقةَ فلانٍ. فتنحَّى ذلك السحابُ، فأفرغ ماءَه في حرةٍ، فإذا شَرْجَةٌ من تلك الشِّرَاجِ قد استوعبتْ ذلك الماءَ كلَّه، فتتَّبع الماءَ، فإذا رجلٌ قائمٌ في حديقته يُحوِّلُ الماءَ بمسحاته، فقال له: يا عبدَ اللهِ؛ ما اسمُك؟، قال: فلانٌ للاسم الذي سمعَ في السحابة، فقال له: يا عبدَ اللهِ؛ لم تسألني عن اسمي؟، فقال: إني سمعت صوتًا في السحابِ الذي هذا ماؤه، يقول: اسق حديقةَ فلانٍ لاسمِك، فما تصنعُ فيها؟، قال: أما إذ قُلتَ هذا فإني أنظرُ إلى ما يخرُجُ منها، فأتصدَّقُ بثُلثِه، وآكُلُ أنا وعيالي ثُلثًا، وأرُدُّ فيها ثُلثه".
Dari Abu Hurairah dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Ketika seorang laki-laki berjalan di padang pasir yang luas ia mendengar suara dari arah segumpal awan, "Siramilah kebun fulan!" Awan itu bergerak pergi lalu menumpahkan airnya di tanah berbatu sehingga sebuah saluran air dari saluran-saluran air yang ada telah menampung semua air itu, maka ia pun mengikuti arah air itu mengalir. Ternyata ada seseorang yang berada di kebunnya, ia memindahkan air itu dengan sekopnya. Ia berkata padanya, "Wahai hamba Allah, siapa namamu?" Orang itu menjawab, "Fulan". Persis nama yang ia dengar di awan. Orang itu balik bertanya, "Wahai hamba Allah, mengapa engkau menanyakan namaku?" Ia menjawab, "Aku mendengar suara di awan yang mencurahkan air ini mengatakan, "Siramilah kebun fulan, yang merupakan namamu. Jadi apa yang engkau lakukan pada kebun ini?" Orang itu menjawab, "Karena pertanyaanmu ini, maka ketahuilah sesungguhnya aku melihat berapa yang dihasilkan kebun ini, lalu aku sedekahkan sepertiganya, aku dan keluargaku memakan sepertiganya dan aku mengembalikan sepertiganya ke kebun ini."