ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
Ṡumma yujzāhul-jazā'al-aufā.
kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna,
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
Ṡumma yujzāhul-jazā'al-aufā.
kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna,
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Wa anna ilā rabbikal-muntahā.
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
Wa annahū huwa aḍḥaka wa abkā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
Wa annahū huwa amāta wa aḥyā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۙ
Wa annahū khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan
مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ
Min nuṭfatin iżā tumnā.
dari mani ketika dipancarkan
وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ
Wa anna ‘alaihin nasy'atal-ukhrā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
Wa annahū huwa agnā wa aqnā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menganugerahkan kekayaan dan kecukupan,
وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ
Wa annahū huwa rabbusy-syi‘rā.
bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,
وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ
Wa annahū ahlaka ‘ādanil-ūlā.
dan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan (kaum) ‘Ad yang terdahulu
وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ
Wa ṡamūda famā abqā.
dan (kaum) Samud. Tidak seorang pun ditinggalkan-Nya (hidup).
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ
Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū hum aẓlama wa aṭgā.
Sebelum itu kaum Nuh juga (dibinasakan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih durhaka.
وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ
Wal-mu'tafikata ahwā.
Dia juga menjungkirbalikkan negeri kaum Lut,
فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ
Fa gasysyāhā mā gasysyā.
lalu Dia menimbuninyadengan apa yang menimpanya.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Fa bi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Hāżā nażīrum minan-nużuril-ūlā.
Ini (Nabi Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang terdahulu.
اَزِفَتِ الْاٰزِفَةُ ۚ
Azifatil-āzifah(tu).
(Hari Kiamat) yang dekat makin mendekat.
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ
Laisa lahā min dūnillāhi kāsyifah(tun).
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ
Afamin hāżal-ḥadīṡi ta‘jabūn(a).
Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ
Wa taḍḥakūna wa lā tabkūn(a).
Kamu mentertawakan dan tidak menangisi(-nya),
وَاَنْتُمْ سٰمِدُوْنَ
Wa antum sāmidūn(a).
sedangkan kamu lengah (darinya).
فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا ࣖ ۩
Fasjudū lillāhi wa‘budū.
Bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).