Juz 19Halaman 7

Asy-Syu'ara' 184–223

26. Asy-Syu'ara'الشعراۤء

184

وَاتَّقُوا الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْاَوَّلِيْنَ ۗ

Wattaqul-lażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn(a).

Bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakanmu dan umat-umat yang terdahulu.”

185

قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ ۙ

Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).

Mereka berkata, “Sesungguhnya engkau hanyalah termasuk orang-orang yang terkena sihir.

186

وَمَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَاِنْ نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكٰذِبِيْنَ ۚ

Wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn(a).

Engkau tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk para pembohong.

187

فَاَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ ۗ

Fa asqiṭ ‘alainā kisafam minas-samā'i in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).

Maka, jatuhkanlah kepada kami kepingan-kepingan dari langit (agar kami binasa) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”

188

قَالَ رَبِّيْٓ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Qāla rabbī a‘lamu bimā ta‘malūn(a).

Dia (Syu‘aib) berkata, “Tuhanku paling mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

189

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Fa każżabūhu fa akhażahum ‘ażābu yaumiẓ-ẓullah(ti), innahū kāna ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).

Lalu, mereka mendustakannya (Syu‘aib). Maka, mereka ditimpa azab pada hari yang berawan gelap. Sesungguhnya itu adalah azab hari yang dahsyat.

190

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

191

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

192

وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ

Wa innahū latanzīlu rabbil-‘ālamīn(a).

Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar diturunkan Tuhan semesta alam.

193

نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ

Nazala bihir rūḥul-amīn(u).

Ia (Al-Qur’an) dibawa turun oleh Ruhulamin (Jibril).

194

عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ ۙ

‘Alā qalbika litakūna minal-munżirīn(a).

(Diturunkan) ke dalam hatimu (Nabi Muhammad) agar engkau menjadi salah seorang pemberi peringatan.

195

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍ ۗ

Bilisānin ‘arabiyyim mubīn(in).

(Diturunkan) dengan bahasa Arab yang jelas.

196

وَاِنَّهٗ لَفِيْ زُبُرِ الْاَوَّلِيْنَ

Wa innahū lafī zuburil-awwalīn(a).

Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar (disebut) dalam kitab-kitab orang terdahulu.

197

اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ

Awalam yakul lahum āyatan ay ya‘lamahū ‘ulamā'u banī isrā'īl(a).

Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka bahwa ia (Al-Qur’an) diketahui oleh para ulama Bani Israil?

198

وَلَوْ نَزَّلْنٰهُ عَلٰى بَعْضِ الْاَعْجَمِيْنَ ۙ

Wa lau nazzalnāhū ‘alā ba‘ḍil-a‘jamīn(a).

Seandainya Kami menurunkannya kepada sebagian dari golongan non-Arab.

199

فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَ ۗ

Fa qara'ahū ‘alaihim mā kānū bihī mu'minīn(a).

Lalu, dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.

200

كَذٰلِكَ سَلَكْنٰهُ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَ ۗ

Każālika salaknāhu fī qulūbil-mujrimīn(a).

Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati para pendurhaka.

201

لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ

Lā yu'minūna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm(a).

Mereka tidak akan beriman kepadanya hingga melihat azab yang pedih.

202

فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ۙ

Fa ya'tiyahum bagtataw wa hum lā yasy‘urūn(a).

Maka, datanglah ia (azab) kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya.

203

فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَ ۗ

Fa yaqūlū hal naḥnu munẓarūn(a).

Lalu, mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”

204

اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ

Afa bi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).

Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami disegerakan?

205

اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ۙ

Afa ra'aita im matta‘nāhum sinīn(a).

Bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun?

206

ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ۙ

Ṡumma jā'ahum mā kānū yū‘adūn(a).

Kemudian, ia (azab) yang diancamkan datang kepada mereka.

207

مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ ۗ

Mā agnā ‘anhum mā kānū yumatta‘ūn(a).

Niscaya kenikmatan yang mereka rasakan tidak berguna baginya.

208

وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا لَهَا مُنْذِرُوْنَ ۖ

Wa mā ahlaknā min qaryatin illā lahā munżirūn(a).

Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada pemberi peringatan kepadanya.

209

ذِكْرٰىۚ وَمَا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

Żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn(a).

(Hal itu) sebagai peringatan. Kami sekali-kali bukanlah orang-orang zalim.

210

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيٰطِيْنُ

Wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn(u).

(Al-Qur’an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.

211

وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۗ

Wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī‘ūn(a).

Tidaklah pantas bagi mereka (membawa turun Al-Qur’an itu) dan mereka pun tidak akan sanggup.

212

اِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَ ۗ

Innahum ‘anis-sam‘i lama‘zūlūn(a).

Sesungguhnya mereka (setan-setan) benar-benar dijauhkan (dari berita langit).

213

فَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَكُوْنَ مِنَ الْمُعَذَّبِيْنَ

Falā tad‘u ma‘allāhi ilāhan ākhara fa takūna minal-mu‘ażżabīn(a).

Maka, janganlah engkau (Nabi Muhammad) menyembah Tuhan lain bersama Allah. Nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab.

214

وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ۙ

Wa anżir ‘asyīratakal-aqrabīn(a).

Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.

215

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ

Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba‘aka minal-mu'minīn(a).

Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.

216

فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ۚ

Fa in ‘aṣauka faqul innī barī'um mimmā ta‘malūn(a).

Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”

217

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ

Wa tawakkal ‘alal-‘azīzir-raḥīm(i).

Bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

218

الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ

Allażī yarāka ḥīna taqūm(u).

(Dia) yang melihat ketika engkau berdiri (untuk salat).

219

وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ

Wa taqallubaka fis-sājidīn(a).

Dan, (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.

220

اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Innahū huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

221

هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰطِيْنُ ۗ

Hal unabbi'ukum ‘alā man tanazzalusy-syayāṭīn(u).

Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?

222

تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍ ۙ

Tanazzalu ‘alā kulli affākin aṡīm(in).

Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta lagi banyak berdosa.

223

يُّلْقُوْنَ السَّمْعَ وَاَكْثَرُهُمْ كٰذِبُوْنَ ۗ

Yulqūnas-sam‘a wa akṡaruhum kāżibūn(a).

Mereka menyampaikan hasil pendengarannya, sedangkan kebanyakan mereka adalah para pendusta.