Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan jauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun."
Sahl bin Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa."
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كنَّا مع النبي صلى الله عليه وسلم في السفر فمنَّا الصائم، وَمِنَّا المُفطر، قال: فنزلنا مَنْزِلًا فِي يوم حارٍّ، وأكثرنا ظِلًّا صاحب الْكِسَاءِ، وَمِنَّا من يَتَّقِي الشمس بيده، قال: فَسقط الصُّوَّامُ، وقام المُفْطِرُونَ فَضربوا الْأَبْنِيَةِ، وَسَقَوْا الرِّكَاب، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "ذهب المُفْطِرُونَ اليوم بالأجر".
Dari Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, “Kami pernah melakukan safar bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, di antara kami ada yang berpuasa dan ada juga yang tidak berpuasa”. Kemudian di hari yang sangat terik itu kami berhenti di suatu tempat dan orang yang bisa berteduh hanyalah orang yang mempunyai pakaian, bahkan di antara kami ada yang berlindung dari sinar matahari hanya dengan tangannya saja. Maka orang-orang yang berpuasa pun berjatuhan, dan sebaliknya orang-orang yang tidak berpuasa bangkit, kemudian mendirikan tenda dan memberi minum hewan tunggangan mereka. Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun bersabdaو "Hari ini mereka yang berbuka telah menuai pahala."
عن أنس بن مالك رضي الله عنه : «أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل مكة عام الفَتح، وعلى رأسه المِغْفَرُ، فلما نَزعه جاءه رجل فقال: ابن خَطَلٍ متعَلِّقٌ بأستار الكعبة، فقال: اقْتُلُوهُ».
Dari Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memasuki Makkah pada hari pembebasan kota Makkah dengan memakai topi besi di atas kepalanya. Ketika beliau melepasnya, seorang lelaki datang dan berkata, “Ibnu Khaṭal bergantung pada tirai Ka'bah”. Lalu beliau bersabda, “Bunuhlah dia!".
عن عبد الرحمن بن يزيد النَّخَعِي: «أنه حج مع ابن مسعود فرآه يَرمي الجَمْرَةَ الكبرى بسبع حصَيات، فجعل البيت عن يساره، ومِنى عن يمينه، ثم قال: هذا مَقَامُ الذي أُنْزِلَتْ عليه سورة البقرة صلى الله عليه وسلم ».
Dari Abdurrahman bin Yazīd An-Nakha'i, bahwa dirinya pernah berhaji bersama Ibnu Mas'ūd. Dia melihatnya melempar Jumrah kubra dengan tujuh butir kerikil. Lalu ia menjadikan Baitullah berada disebelah kirinya, dan Mina berada disebelah kanannya, lalu berkata, “Ini adalah tempat diturunkannya surah Al-Baqarah kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-”
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «لا يَصُومَنَّ أحدكم يوم الجمعة، إلا أن يصومَ يومًا قبله أو بعده».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali dia berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.”
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: «بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم عمر رضي الله عنه على الصدقة. فقيل: منع ابن جميل وخالد بن الوليد، والعباس عم رسول الله صلى الله عليه وسلم . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما يَنْقِم ابن جميل إلا أن كان فقيرا: فأغناه الله؟ وأما خالد: فإنكم تظلمون خالدا؛ فقد احْتَبَسَ أَدْرَاعَهُ وَأَعْتَادَهُ في سبيل الله. وأما العباس: فهي عليَّ ومثلها. ثم قال: يا عمر، أما شَعَرْتَ أن عمَّ الرجل صِنْوُ أبيه؟».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengutus Umar -raḍiyallāhu 'anhu- untuk memungut zakat." Lantas dikatakan bahwa Ibnu Jamīl, Khālid bin Al-Walīd, dan Al-Abbās, paman Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menolak berzakat. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Ibnu Jamīl tidak berzakat karena dia orang fakir, maka Allah akan menjadikannya kaya. Sedangkan Khālid, sesungguhnya kalian telah menzalimi Khālid. Ia telah menginfakkan baju besi dan peralatan perangnya di jalan Allah. Adapun Al-Abbās, maka zakatnya dan yang serupa dengannya menjadi kewajibanku." Selanjutnya beliau bersabda, "Wahai Umar, tidakkah engkau tahu bahwa paman seseorang itu adalah saudara sekandung bapaknya?".
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Dahulu ketika Rasulullah ﷺ masih hidup, kami mengeluarkan zakat fitrah untuk setiap anak kecil dan orang besar, merdeka ataupun hamba sahaya berupa satu ṣā' makanan, satu ṣā' keju, satu ṣā' gandum, satu ṣā' kurma, atau satu ṣā' kismis. Kami lanjut mengeluarkan seperti itu hingga Mu'āwiyah bin Abi Sufyān -raḍiyallāhu 'anhu- datang ke kami dalam rangka berhaji atau berumrah lalu berpidato di atas mimbar. Di antara isi pidatonya kepada orang-orang, ia berkata, 'Aku berpandangan bahwa dua mud gandum Syam setara satu ṣā' kurma.' Lantas orang-orang menjalankan hal itu." Abu Sa'īd berkata, "Adapun aku, maka aku tetap mengeluarkan zakat fitrah sebagaimana yang biasa dahulu aku keluarkan. Saya akan terus melakukannya selama aku masih hidup."
Zaid bin Ṡābit -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami makan sahur bersama Nabi ﷺ kemudian beliau berdiri mengerjakan salat. Anas berkata, "Aku bertanya, 'Berapa jarak antara azan dan makan sahur?'" Ia menjawab, "Seukuran membaca lima puluh ayat."
عن عبد الله بن زيد بن عاصم قال: «لما أفَاء الله على رسوله يوم حُنَيْنٍ؛ قَسَم في الناس، وفي المُؤَلَّفَةِ قلوبهم، ولم يعطِ الأنصار شيئا. فكأنهم وجدوا في أنفسهم؛ إذ لم يُصِبْهُمْ ما أصاب الناس.
فخطبهم؛ فقال: يا معشر الأنصار، ألم أجدكم ضُلاَّلاً فهداكم الله بي؟ وكنتم متفرقين فَأَلَّفَكُمُ الله بي؟ وَعَالَةً فأغناكم الله بي؟ كلما قال شيئًا؛ قالوا: اللهُ ورسولُه أمَنُّ. قال: ما يمنعكم أن تجيبوا رسول الله؟ قالوا: الله ورسوله أمَنُّ. قال: لو شِئْتُمْ لقلتم: جئتنا كذا وكذا. أَلَا تَرْضَوْنَ أن يذهب الناس بالشاة والبعير، وتذهبون برسول الله إلى رحَالِكُم؟ لولا الهجرة لكنت امْرَأً من الأنصار، ولو سلك الناس واديًا أو شِعْبًا، لَسَلَكْتُ وادي الأنصار وَشِعْبَهَا. الأنصار شِعَارٌ، والناس دِثَارٌ، إنكم ستلقون بعدي أَثَرَةً ، فاصبروا حتى تلقوني على الحوض».
Dari Abdullah bin Zaid bin 'Āshim berkata ketika Allah mengaruniakan rampasan perang (fai) kepada Rasul-Nya pada perang Hunain, beliau membagikannya kepada kaum muslimin dan para muallaf, dan beliau tidak memberikan kepada kaum Ansar sedikitpun, maka merekapun merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa diberikan kepada orang lain. Kemudian Rasulullah berkhutbah di hadapan mereka dengan berkata, "Wahai kaum Ansar! Bukankah aku dapati dahulu kalian dalam kesesatan kemudian Allah berikan kalian petunjuk denganku? Dahulu kalian berpecah belah kemudian Allah persatukan kalian denganku? Dahulu kalian kekurangan kemudian Allah cukupkan kalian dengan kedatanganku?" Setiap Rasulullah mengatakan sesuatu merekapun menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih baik." Beliau berkata, "Apa yang menghalangi kalian tidak menjawab pertanyaan Rasullullah?" Mereka berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih baik." Beliau bersabda, "Seandainya kalian mau, kalian akan mengatakan, Engkau telah datang kepada kami dengan begini dan begitu. Tidakkah kalian rida jika manusia pulang membawa kambing dan unta sedang kalian pulang bersama Rasulullah menuju tempat tinggal kalian, seandainya bukan karena hijrah maka sungguh aku adalah orang Ansar, seandainya orang-orang berjalan melewati suatu lembah dan bukit maka sungguh aku akan melewati lembah dan bukit kaum Ansar. Kaum Ansar laksana orang-orang yang memakaikan (mengenakan) dan selain mereka bagaikan selimutnya. Sesungguhnya kalian akan mendapati sesudahku orang-orang yang egois, maka bersabarlah sampai kalian bertemu denganku di telaga".
عن أبي سعيد الخُدْري رضي الله عنه : «أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يَعْتَكِفُ في العَشْرِ الأَوْسَطِ من رمضان. فاعتكف عامًا، حتى إذا كانت لَيْلَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ -وهي اللَّيْلَةُ التي يخرج من صَبِيحَتِهَا من اعتكافه- قال: من اعتكف معي فَلْيَعْتَكِفِ العَشْرَ الأَوَاخِرَ فقد أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثم أُنْسِيتُهَا، وقد رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ من صَبِيحَتِهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ، والتمسوها في كل وِتْرٍ. فَمَطَرَتِ السَّمَاءُ تلك الليلة، وكان المسجد على عَرِيشٍ، فَوَكَفَ المسجد، فَأبْصَرَتْ عَيْنَايَ رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلى جَبْهَتِهِ أَثَرُ المَاءِ وَالطِّين من صُبْحِ إحْدَى وَعشْرِيْنَ».
Dari Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beriktikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadan. Beliau beriktikaf di bulan Ramadan tahun itu, hingga ketika malam keduapuluh satu - yaitu malam ketika ia keluar di pagi harinya dari iktikafnya - beliau bersabda, "Siapa ingin beriktikaf denganku, hendaknya ia beriktikaf pada sepuluh hari terakhir karena pada malam ini telah diperlihatkan kepadaku, lalu aku terlupa. Telah diperlihatkan kepadaku bahwa aku sujud di atas air dan tanah pada pagi itu. Karena itu, carilah (lailatul qadar) di sepuluh hari terakhir dan carilah di setiap malam ganjil. Pada malam itu langit hujan dan masjid seperti naungan lalu meneteslah air dari atapnya." Aku lihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan di keningnya ada bekas air dan tanah dari pagi malam keduapuluh satu."
عن أبي شُريح -خُوَيْلِدِ بن عمرو الخُزَاعي العدوي رضي الله عنه-: أنه قال لعمرو بن سعيد بن العاص -وهو يبعث الْبُعُوثَ إلى مكة- ائْذَنْ لي أيها الأمير أن أُحَدِّثَكَ قولا قام به رسول الله صلى الله عليه وسلم الغد من يوم الفتح؛ فسمعَتْه أُذُنَايَ ، وَوَعَاهُ قلبي، وأبصرته عيناي حين تكلم به أنه حمد الله وأثنى عليه، ثم قال: «إن مكة حَرَّمَهَا الله تعالى، ولم يُحَرِّمْهَا الناس، فلا يحل لِامْرِئٍ يؤمن بالله واليوم الآخر: أن يسفك بها دمًا، ولا يعضد بها شجرة، فإن أحد ترخص بقتال رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا: إنَّ الله أذِن لرسوله ولم يأذن لكم. وإنما أذِنَ لي ساعة من نهار، وقد عادت حُرْمَتُهَا اليوم كَحُرمتها بالأمْسِ، فَلْيُبْلِغِ الشَّاهِدُ الغائب».
فقيل لأبي شريح: ما قال لك؟ قال: أنا أعلم بذلك منك يا أبا شريح، إن الحرم لَا يُعِيذُ عاصيا، وَلَا فَارًّا بدمٍ، ولَا فَارًّا بِخَرْبَةٍ.
Dari Abu Syuraiḥ Khuwailid bin 'Amru Al-Khuzā'i Al-'Adawi -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasanya ia berkata kepada Amru bin Sa'īd bin Al-'Āṣ - saat ia mengirimkan utusan ke Makkah -, "Izinkanlah aku wahai gubernur untuk memberitahumu satu ucapan yang disampaikan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sehari setelah hari pembebasan (Makkah). Kedua telingaku mendengarnya, hatiku menguasainya dan mataku melihatnya saat beliau mengucapkannya. Sesungguhnya beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya lalu bersabda, "Sesungguhnya Makkah telah diharamkan oleh Allah -Ta'ālā- dan tidak diharamkan oleh manusia. Karena itu, tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah dan memotong pohon di sana. Jika ada seseorang yang beralasan dengan peperangan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka katakanlah oleh kalian, 'Sesungguhnya Allah telah memberikan izin kepada Rasul-Nya dan tidak memberikan izin kepada kalian. Aku hanya mendapatkan izin sesaat di siang hari. Hanya saja sekarang sudah diharamkan kembali sebagaimana telah diharamkan kemarin. Hendaknya orang yang menyaksikan sabda ini menyampaikannya kepada orang yang tidak hadir." Abu Syuraiḥ ditanya, "Apa yang telah dikatakan Amru bin Sa'īd kepadamu?" Abu Syuraiḥ menjawab, "Ia berkata, "Aku lebih tahu darimu, wahai Abu Syuraiḥ. Sesungguhnya tanah haram itu tidak bisa melindungi orang durhaka, orang yang lari karena menumpahkan darah, dan orang yang kabur karena melakukan kerusakan."
عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم فتح مكة: «لا هجرة بعد الفتح، ولكن جهاد ونية. وإذا اسْتُنْفِرْتُم فَانْفِرُوا. وقال يوم فتح مكة: «إن هذا البَلد حَرَّمَهُ الله يوم خلق الله السموات والأرض، فهو حَرَامٌ بحُرْمَةِ الله إلَى يوم القيامة، وإنه لم يحل القتال فيه لِأَحَدٍ قَبْلِي، ولم يَحِلَّ لي إلا ساعة من نهار، حرام بِحرمة الله إلى يوم القيامة، لا يُعْضَدُ شَوْكُهُ، وَلاَ يُنَفَّرُ صَيْدُهُ، وَلاَ يَلْتَقِطُ لُقَطَتَهُ إلا من عَرَّفَهَا، ولاَ يُخْتَلَى خَلاَهُ». فقال العباس: يا رسول الله، إلا الإِذْخِرَ؛ فإنه لِقَيْنِهِمْ وبيوتهم؟ فقال: «إلا الإِذْخِرَ».
Dari Abdullah bin Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda pada hari pembebasan Makkah, "Tidak ada hijrah setelah pembebasan (Makkah), tetapi ada jihad dan niat. Jika kalian disuruh untuk pergi berjihad, maka pergilah." Beliau bersabda pada hari pembebasan Makkah, "Sesungguhnya negeri ini telah diharamkan Allah pada hari di mana Allah menciptakan langit dan bumi. Ia haram dengan pengharaman Allah sampai pada hari kiamat. Sesungguhnya tidak dihalalkan berperang di dalamnya bagi seorang pun sebelumku, dan tidak dihalalkan bagiku kecuali sesaat di siang hari. Ia haram dengan pengharaman Allah sampai hari kiamat. Durinya tidak boleh dipotong, binatang buruannya tidak boleh diganggu, barang temuannya tidak boleh dipungut kecuali oleh orang yang ingin mengumumkannya, dan rumputnya tidak boleh dipotong." Al-Abbās berkata, "Wahai Rasulullah, kecuali tanaman Al-Iżkhir, karena ia untuk pandai besi dan rumah-rumah (penduduk Makkah)?" Beliau bersabda, "Kecuali Al-Iżkhir."
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, istri Nabi ﷺ, meriwayatkan, "Nabi ﷺ beriktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan hingga Allah ﷻ mewafatkan beliau. Kemudian istri-istri beliau melanjutkan iktikaf setelah beliau wafat."
Jābir bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ sedang dalam sebuah safar, lalu beliau melihat kerumunan serta seorang laki-laki yang sedang dipayungi. Beliau bertanya, "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Seorang yang berpuasa." Maka beliau bersabda, "Bukanlah suatu kebajikan berpuasa saat safar." Dalam redaksi Muslim: "Ambillah rukhsah (keringanan) dari Allah yang diberikan kepada kalian."
عن أَبِي الدَّرْدَاءِ رضي الله عنه قال: «خَرَجْنَا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في شهر رمضان، في حَرٍّ شَدِيدٍ ، حتى إن كان أَحَدُنَا لَيَضَعُ يَدَهُ على رأسهِ من شِدَّةِ الْحَرِّ. وما فِينَا صائمٌ إلا رسولُ الله صلى الله عليه وسلم وعبد ُالله بن رَوَاحَةَ».
Dari Abu Ad-Dardā` -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Kami keluar bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada bulan Ramadan di tengah panas yang terik sehingga ada seseorang dari kami yang meletakan tangannya di kepalanya karena teriknya panas. Saat itu tidak ada seorang pun di antara kami yang berpuasa kecuali Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan Abdullah bin Rawāḥah."
عن عائشة رضي الله عنها : "أن حَمْزَةَ بن عَمْرٍو الأَسْلَمِيَّ قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أصوم في السفر؟ - وكان كثير الصيام- فقال: "إن شئتَ فصُم، وإن شئت فَأَفْطِرْ".
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bahwa Ḥamzah bin 'Amru Al-Aslami bertanya kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Haruskan aku berpuasa dalam perjalanan?" -Dia (Ḥamzah) adalah orang yang sering berpuasa-. Nabi menjawab, "Jika kau mau, silakan puasa dan jika kau mau, silakan berbuka."
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa satu ataupun dua hari, kecuali seseorang yang terbiasa melakukan suatu puasa maka hendaklah ia melanjutkannya."
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «ليس على المُسلِم في عبدِهِ وَلاَ فَرَسهِ صَدَقَة».
وفي لفظ: «إلا زكاة الفِطر في الرقيق».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Seorang muslim tidak berkewajiban mengeluarkan zakat atas budaknya dan kudanya." Dalam riwayat lain, "Kecuali zakat fitrah untuk hamba sahaya."