وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Wa anna ilā rabbikal-muntahā.
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
An-Najm 42 – Al-Qamar 19
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Wa anna ilā rabbikal-muntahā.
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
Wa annahū huwa aḍḥaka wa abkā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
Wa annahū huwa amāta wa aḥyā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۙ
Wa annahū khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan
مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ
Min nuṭfatin iżā tumnā.
dari mani ketika dipancarkan
وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ
Wa anna ‘alaihin nasy'atal-ukhrā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
Wa annahū huwa agnā wa aqnā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menganugerahkan kekayaan dan kecukupan,
وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ
Wa annahū huwa rabbusy-syi‘rā.
bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,
وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ
Wa annahū ahlaka ‘ādanil-ūlā.
dan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan (kaum) ‘Ad yang terdahulu
وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ
Wa ṡamūda famā abqā.
dan (kaum) Samud. Tidak seorang pun ditinggalkan-Nya (hidup).
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ
Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū hum aẓlama wa aṭgā.
Sebelum itu kaum Nuh juga (dibinasakan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih durhaka.
وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ
Wal-mu'tafikata ahwā.
Dia juga menjungkirbalikkan negeri kaum Lut,
فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ
Fa gasysyāhā mā gasysyā.
lalu Dia menimbuninyadengan apa yang menimpanya.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Fa bi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Hāżā nażīrum minan-nużuril-ūlā.
Ini (Nabi Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang terdahulu.
اَزِفَتِ الْاٰزِفَةُ ۚ
Azifatil-āzifah(tu).
(Hari Kiamat) yang dekat makin mendekat.
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ
Laisa lahā min dūnillāhi kāsyifah(tun).
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ
Afamin hāżal-ḥadīṡi ta‘jabūn(a).
Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ
Wa taḍḥakūna wa lā tabkūn(a).
Kamu mentertawakan dan tidak menangisi(-nya),
وَاَنْتُمْ سٰمِدُوْنَ
Wa antum sāmidūn(a).
sedangkan kamu lengah (darinya).
فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا ࣖ ۩
Fasjudū lillāhi wa‘budū.
Bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
Wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْۢبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ
Wa laqad jā'ahum minal-ambā'i mā fīhi muzdajar(un).
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).
حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ
Ḥikmatum bāligatun famā tugnin-nużur(u).
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ
Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai'in nukur(in).
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),
خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ
Khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka'annahum jarādum muntasyir(un).
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.
مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
Muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”
۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ
Każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).
فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ
Fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”
فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ
Fa fataḥnā abwābas-samā'i bimā'im munhamir(in).
Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ
Wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā'u ‘alā amrin qad qudir(a).
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ
Wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur(in).
Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak
تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ
Tajrī bi'a‘yuninā, jazā'al liman kāna kufir(a).
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Wa laqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
Każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ
Innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr(in).
Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,