عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «يقوم الناس لرب العالمين حتى يَغِيبَ أحدهم في رَشْحِهِ إلى أَنْصَافِ أُذُنَيْهِ».
Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, bersabda, "Manusia bangkit untuk menghadap Tuhan alam semesta hingga salah seorang dari mereka tenggelam dalam keringatnya yang mencapai separuh telinganya."
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه مرفوعاً: «يُؤْتَى بجهنم يومئذ لها سبعون ألف زِمَامٍ مع كل زمام سبعون ألف ملك يَجُرُّونَهَا».
Dari Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu-, secara marfū, “Pada hari itu (kiamat), Jahannam akan didatangkan dengan 70.000 tali kekang, pada setiap tali kekang itu ada 70.000 malaikat yang menariknya.”
عن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قَال: عَادَنِي رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: «اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْداً، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْداً، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْداً».
Dari Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyambangiku dan berdoa, "Ya Allah! Sembuhkanlah Sa'ad! Ya Allah! Sembuhkanlah Sa'ad!, Ya Allah! Sembuhkanlah Sa'ad!"
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan dalam sujud beliau, "Allāhumma-gfir lī żanbī kullahu; diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa ākhirahu, wa 'alāniyatahu wa sirrahu (Ya Allah! Ampunilah dosaku semuanya yang kecil maupun yang besar, yang pertama maupun yang terakhir, yang tampak maupun yang tersembunyi)."
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قام إلى الصلاة يكون من آخر ما يقول بين التشهد والتسليم: «اللهم اغفر لي ما قَدَّمتُ وما أخَّرْتُ، وما أسررتُ وما أعلنتُ، وما أسْرَفتُ، وما أنت أعلم به مني، أنت المُقَدِّم، وأنت المؤخر، لا إله إلا أنت».
Dari Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-, ia menuturkan, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila menunaikan salat, maka ucapan terakhir yang beliau ucapkan di antara tasyahhud dan salam adalah, "Allāhumma igfirlī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, wa mā asraftu, wa mā anta a'lamu bihi minnī, antal-muqaddimu, wa antal-mu`akhkhiru, lā ilāha illā anta (Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa yang telah aku lakukan dan dosa amalan yang aku lalaikan, dosa yang aku rahasiakan dan yang aku tampakkan, dosa yang aku lakukan dengan berlebihan dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku, Engkau yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau)."
عن عائشة رضي الله عنها ، قالت: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم وَهُوَ مُسْتَنِدٌ إلَيَّ، يَقُولُ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وارْحَمْنِي، وأَلْحِقْنِي بالرَّفِيقِ الأَعْلَى».
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, dia berkata, Aku pernah mendengar Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda sambil bersandar kepadaku, "Ya Allah! Ampunilah aku dan rahmatilah aku. Gabungkanlah aku nersama teman tertinggi."
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه كَانَ إذا خَافَ قوماً، قالَ: «اللَّهُمَّ إنَّا نَجْعَلُكَ في نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ».
Dari Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- apabila beliau takut terhadap satu kaum, beliau berdoa, "Ya Allah! Sesungguhnya kami menjadikan-Mu di leher mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari berbagai kejahatan mereka."
عن عائشة رضي الله عنها عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ».
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang keras lagi suka berdebat."
عن سَمُرَة بن جندبٍ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ».
Samurah bin Jundub -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat: subḥānallāh (Mahasuci Allah), alḥamdulillāh (segala puji bagi Allah), lā ilāha illallāh (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan allāhu akbar (Allah Mahabesar). Tidak masalah dari mana pun engkau memulai."
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ، فَقَالَ: «تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ»، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ: «الْفَمُ وَالْفَرْجُ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Lantas beliau menjawab, "Bertakwa kepada Allah dan akhlak baik." Beliau juga ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Lantas beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan."
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَاَللَّهُ أَكْبَرُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ".
Dari Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan): Lā ilāha illallāh, wa subḥānallāh, wallāhu akbar, walḥamdulillāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh." (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Mahasuci Allah. Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (daya dan upaya) Allah)
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ، فَقَالَ: «الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيمَانِ».
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Nabi ﷺ mendengar seorang laki-laki sedang menasihati saudaranya tentang sifat malu, maka beliau bersabda, "Sifat malu bagian dari iman."
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ biasa berdoa, "Ya Allah! Perbaikilah agamaku yang merupakan benteng urusanku, perbaiki duniaku yang menjadi tempat hidupku, dan perbaiki akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kelangsungan hidup sebagai penambah segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematian sebagai pemutus dari segala keburukan bagiku."
Abu Musa Al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ biasa berdoa dengan doa ini, "Rabbi-gfir lī khaṭī`atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī kullihi, wa mā anta a'lamu bihi minnī. Allāhumma-gfir lī khaṭāyāya, wa 'amdī wa jahlī wa hazlī, wa kullu żālika 'indī. Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, Antal-muqaddimu wa Antal-mu`akhkhiru, wa Anta alā kulli syai`in qadīr (Ya Tuhanku! Ampuni kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku seluruhnya, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kesengajaanku, seriusku dan main-mainku; karena semua itu ada padaku. Ya Allah! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kutampakkan. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan; Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu)."
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan doa-doa ini saat memasuki waktu sore dan pagi: "Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah! Tutuplah auratku, berilah rasa aman terhadap ketakutanku. Ya Allah! Jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dan dari atasku. Aku juga berlindung dengan keagungan-Mu dari dibinasakan secara tiba-tiba dari bawahku."
عن بريدة رضي الله عنه قال: سمع النبي صلى الله عليه وسلم رجلاً يقول: اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت، الأحد الصمد، الذي لم يلد، ولم يولد، ولم يكن له كفوًا أحد.
فقال: «لقد سأل الله باسمه الذي إذا سُئِلَ به أعطى، وإذا دُعِيَ به أجاب»
Dari Buraidah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mendengarkan seorang pria berdoa, “Ya Allah! Sesungguhnya aku meminta pada-Mu, aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, yang Mahaesa dan Maha berdiri sendiri, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satu pun sekutu bagiNya.” Maka beliau bersabda, “Sungguh, dia telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya yang jika Dia dimohon dengan nama tersebut pasti akan diberi, dan jika dipanggil dengan nama tersebut pasti akan dijawab.”
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarinya doa berikut: "Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, baik yang segera (di dunia) ataupun yang tertunda (di akhirat), baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, baik yang segera (di dunia) ataupun yang tertunda (di akhirat), baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang pernah dimohonkan oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang dimohonkan perlindungannya oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Aku juga memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap takdir yang Engkau tentukan untukku adalah kebaikan."
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Di antara doa Rasulullah ﷺ ialah: "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu, siksa-Mu yang tiba-tiba, dan semua murka-Mu."
Abdullah bin Amr bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ biasa berdoa dengan kalimat-kalimat berikut, "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari jeratan hutang, kemenangan lawan, dan kegembiraan musuh."